Mencari masalah pen...
 
Share:
Notifications
Clear all

Note: Selama Bulan Ramadhan, mungkin Saya agak jarang aktif di Forum. Jadi mohon bersabar ya.. Atau kalo mau cepat, komentar aja di masing-masing artikel. Komentar di setiap artikel masih Saya bales setiap hari.

[Solved] Mencari masalah penelitian dan menetapkan judul

Page 4 / 4

herlinaqq
Posts: 8
Member
Topic starter
(@herlinaqq)
New Member
Joined: 4 bulan ago

Baik kak terimakasih atas penjelasannya. saya sudah coba masukin link drive yang berisi salinan word tapi ke remove juga kak baik diforum/komen di salah satu artikel blog 🙁 

Tapi mungkin kaka bisa liat isi beritanya sedikit yang berkaitan dengan isinya ini kak , maaf ya aku copy disini ya kak 🙁 isinya berikut ini :

 

Faktor lain yang menurut Hans juga harus ditunggu adalah bagaimana kinerja masing-masing perusahaan. Sejauh ini, belum ada publikasi laporan keuangan utuh untuk 2020.

Rilis laporan keuangan tersebut ke depannya patut dijadikan pertimbangan untuk berinvestasi di saham-saham emiten farmasi.

 Kendati kenaikan harga sahamnya lebih merekah, apabila melihat laporan kinerja sepanjang 9 bulan pertama 2020, performa emiten farmasi pelat merah memang lebih buruk dibandingkan emiten-emiten farmasi swasta.

INAF misalnya, meski pendapatannya naik 28,39 persen dari Rp583,57 miliar jadi Rp749,25 miliar secara year-on-year (yoy), perseroan tetap mengalami kerugian Rp18,88 miliar. Nominal rugi ini memang lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp34,8 miliar, tetapi rugi tetaplah rugi.

Adapun KAEF, selain membukukan kenaikan pendapatan 2,4 persen dari Rp6,87 triliun jadi Rp7 triliun, juga mampu mendulang laba bersih Rp37,19 miliar. Tapi, rapor tersebut menyusut 11 persen dibanding catatan yang sama pada periode sebelumnya yakni Rp41,83 miliar.

Sebaliknya, emiten swasta KLBF mampu mendulang laba Rp2,02 triliun alias masih naik 5,8 persen dari torehan Rp1,91 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan juga menguat 1,5 persen dari Rp16,82 triliun jadi Rp17,09 triliun, melanjutkan tren serupa pada tahun sebelumnya.

Adapun emiten jarum suntik swasta IRRA mengalami penguatan proporsi kinerja tidak kalah fantastis. Dari posisi Rp6,16 miliar, laba bersih perseroan melambung 46,43 persen ke posisi Rp9,02 miliar.

Kenaikan laba terjadi seiring meningkatnya pendapatan secara tahunan, dari Rp128,95 miliar menjadi Rp141,05 miliar. Apabila dikalkulasi sepanjang 2020, INAF yang punya kinerja keuangan paling minus justru sahamnya menguat 321,98 persen.

Sementara itu, KAEF yang mengalami pelemahan laba justru menguat 240 persen. Angka ini lebih tangguh dibandingkan IRRA yang menguat 146,15 persen atau bahkan KLBF yang sepanjang 2020 justru mengalami akumulasi pelemahan saham 8,35 persen.

Sama halnya dengan Hans, analis Panin Sekuritas William Hartanto menilai bagaimana laporan kinerja perusahaan sampai akhir tahun lalu akan sangat mempengaruhi dinamika pergerakan saham emiten farmasi.

Namun, dalam 2-3 bulan ke depan, dia memperkirakan hal itu belum akan terjadi. Menurut Hans, dalam jangka menengah, INAF dan KAEF akan cenderung tetap mengalami penguatan harga saham lebih tinggi. “Perkiraan saya, selama vaksinasi tahap 1 berjalan [sampai April 2021], ini masih akan jadi sentimen positif untuk emiten farmasi BUMN,” tandasnya.

Reply
herlinaqq
Member
(@herlinaqq)
Joined: 4 bulan ago

New Member
Posts: 8

Mungkin kaka bisa kasih masukan kakk terkait variabel X yang kiranya sangat cocok agar aku bisa lebih yakin kakk . Terimakasih sebelumnya kakk 😊 

Reply
R_Mardani
Admin
(@r_mardani)
Joined: 2 tahun ago

Diamond
Posts: 485

Itu kan pokok bahasan beritanya tentang Rugi/Laba kak @herlinaqq

Jd ya bisa aja pake Net Profit sebagai variabel X.

Atau pake Pertumbuhan Laba

Atau pake Rasio Net Profit Margin

Atau rasio profitabilitas lainnya..

Reply
R_Mardani
Posts: 485
Admin
(@r_mardani)
Diamond
Joined: 2 tahun ago
Posted by: @herlinaqq

Baik kak terimakasih atas penjelasannya. saya sudah coba masukin link drive yang berisi salinan word tapi ke remove juga kak baik diforum/komen di salah satu artikel blog 🙁 

Kalo kirim link di komentar artikel blog, itu bukan ke remove kak. Tapi masuk Antrian moderasi alias ga langsung terpublish.

Terus, nanti Saya bisa cek.. link apa sih yg dikirim ke komentar. Kalo link nya aman, bersih... bisa Saya approve secara manual.

Tapi kayak nya belum ada komentar kakak masuk di artikel...

 

Maklumi deh kak... jaman skrg banyak yg suka nyepam gitu.. ngerusak web Saya aja.

Di forum ini aja ada ratusan member jail yg nyepam ngirim link jualan ob*t p*nggug*r, pemanjang dll.. yg aneh2 deh. Langsung Saya Ban tu akun ..

Ngebangun web ini bukannya mudah.. woalaah Saya jadi curhat ya... sorry yaa  🤣 

Reply
herlinaqq
Posts: 8
Member
Topic starter
(@herlinaqq)
New Member
Joined: 4 bulan ago

O

Posted by: @r_mardani

Kalo kirim link di komentar artikel blog, itu bukan ke remove kak. Tapi masuk Antrian moderasi alias ga langsung terpublish.

Oalahhhh oke kakkk pahamm wkwkw iyaa kak suka banyak yang jail emang 😆 

Posted by: @herlinaqq

Apabila dikalkulasi sepanjang 2020, INAF yang punya kinerja keuangan paling minus justru sahamnya menguat 321,98 persen.

Sementara itu, KAEF yang mengalami pelemahan laba justru menguat 240 persen

Kalo tentang isi berita yang ini kakk, bisa dijadiin fenomena dari variabel rasio profitabilitas ya kak? atau ada variabel lain yang lebih tepat kak?

 

Reply
herlinaqq
Member
(@herlinaqq)
Joined: 4 bulan ago

New Member
Posts: 8

Kalo berita dari fenomena tersebut dijadiin analisis perbandingan harga saham sebelum dan sesudah vaksinasi itu kira kira nyambung ngga sih kak?

Reply
R_Mardani
Admin
(@r_mardani)
Joined: 2 tahun ago

Diamond
Posts: 485

Bisa juga kak @herlinaqq

Reply
Page 4 / 4
Share: